18 Desainer Lokal Pamerkan Wastra Nusantara di Sukoharjo Fashion & Food Festival

18 Desainer Lokal Pamerkan Wastra Nusantara di Sukoharjo Fashion & Food Festival
Model memeragakan produk wastra Nusantara karya desainer lokal saat Sukoharjo Fashion and Food Festival (SF3) 2026 di halaman Sentra Niaga, kawasan Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (17/7/2026) malam. (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Pantura.info, SUKOHARJO — Sebanyak 18 desainer memamerkan wastra atau kain tradisional Nusantara dalam Sukoharjo Fashion and Food Festival (SF3) 2026 di halaman Sentra Niaga, Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (17/7/2026) malam. 

Event itu digelar untuk meningkatkan daya saing produk unggulan sekaligus mewujudkan ekonomi kreatif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo menggelar SF3 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-80 Sukoharjo.

Acara itu dihadiri unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Sukoharjo, pejabat Pemkab Sukoharjo, serta para desainer lokal dan pelaku UMKM tata busana. Dalam kesempatan itu, ribuan makanan tradisional dibagikan kepada masyarakat yang menonton SF3 2026.

“Kami ingin mengenalkan dan mempromosikan beragam produk unggulan tata busana, terutama wastra yang sarat nilai budaya. Potensi wastra Sukoharjo tidak kalah dibanding daerah lain,” kata Kepala Diskopumdag Sukoharjo, Sumarno. 

SF3 merupakan agenda tahunan yang melibatkan 18 desainer lokal dan anggota PKK se-Sukoharjo. Para desainer diberi kesempatan memamerkan karya wastra dalam peragaan busana di panggung fashion show. 

Dalam kesempatan itu, enam karya busana penyandang disabilitas turut diperagakan oleh anak-anak. Kemudian, karya busana itu dilelang yang langsung ditawar dengan harga minimal Rp500.000 oleh Forkopimda Sukoharjo.

“Hasil lelang digunakan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas produk busana yang dibikin sejumlah penyandang disabilitas,” ujar dia. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati (Plt) Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan wastra Nusantara yang dipamerkan dalam fashion show merupakan salah satu produk unggulan Sukoharjo. Beragam produk unggulan itu membuktikan kontribusi para pelaku UMKM tata busana dalam menggerakkan roda ekonomi di sektor ekonomi kreatif.

Sapto menambahkan event ini menjadi pemicu dan motivasi bagi pemerintah dan pelaku UMKM tata busana untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk. “Ini menjadi trigger event-event lain untuk mewujudkan Sukoharjo Spektakuler. Sukoharjo punya banyak potensi wastra Nusantara. Ada batik lurik, batik tulis hingga ecoprint yang diharapkan memiliki daya saing,” urai dia. 

Leave a Reply