Pantura.info, SOLO — Kapolresta Kota Solo, AKBP Condro Sasongko, mengapresiasi jalannya aksi penyampaian aspirasi oleh seratusan mahasiswa di kawasan Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Kamis (22/10/2026) sore.
Condro menilai demonstrasi yang berlangsung aman dan damai tersebut bisa menjadi tolok ukur bagi elemen masyarakat maupun mahasiswa lainnya dalam mengemukakan pendapat di muka umum.
”Penyampaian aspirasi teman-teman mahasiswa tertib, aman, damai. Ini bisa jadi role model untuk pelaksanaan demonstrasi atau penyampaian aspirasi ke depan. Keren, warga Solo,” ujar Condro saat ditemui wartawan di sela-sela aksi, Kamis.
Disinggung mengenai adanya penutupan jalan akibat aksi unjuk rasa dan pembakaran ban oleh massa, Condro menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah pemblokiran.
Ia mengatakan pihak kepolisian lebih mengedepankan manajemen rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan.
”Enggak ada pemblokiran jalan. Kan peminjaman jalan, arus lalu lintasnya kita alihkan. Kalau diblokir kan sudah enggak boleh lewat, ini tadi masih boleh lewat,” jelasnya.
Condro menyebut kepolisian tidak menerapkan skema pengamanan yang kaku, melainkan lebih mengedepankan pendekatan pelayanan kepada para peserta aksi dan warga sekitar.
Ia menyebut tak banyak personel polisi berseragam yang diturunkan untuk mengekang massa. ”Enggak ada pengamanan, yang ada pelayanan. Yang diturunkan ini saya sendiri ini,” selorohnya.
Lebih lanjut, ia memastikan aksi berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang dilaporkan. Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima kepolisian, kegiatan penyampaian aspirasi tersebut rampung pada upukul 18.00 WIB.
Berlangsung Damai
Berdasarkan pantauan Espos di lokasi, unjuk rasa yang didominasi oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu berlangsung damai. Massa mulai memadati kawasan Balai Kota Solo sebagai titik kumpul awal sekitar pukul 16.00 WIB.
Dari kawasan Balai Kota, mahasiswa kemudian berjalan kaki secara beriringan menyusuri sepanjang Jl. Jenderal Sudirman menuju titik pusat aksi di Bundaran Gladak, tepatnya di pelataran Patung Slamet Riyadi.
Setibanya di lokasi, massa langsung menggelar orasi secara bergantian sembari membentangkan berbagai spanduk berisi tuntutan dan kritik sosial.
Selang beberapa saat menyampaikan orasi, para mahasiswa sempat menyalakan api dan membakar ban bekas di tengah jalan yang membuat asap hitam pekat mengepul ke udara.
Meskipun diwarnai aksi bakar ban, massa aksi tetap menjaga ketertiban. Rangkaian orasi terus berlanjut hingga menjelang waktu Magrib. Tepat sekitar pukul 18.00 WIB, para mahasiswa mulai meninggalkan kawasan Bundaran Gladak secara tertib dan membubarkan diri dengan aman.

Leave a Reply