Jaga Harmoni, Kesbangpol Solo Ajak Tokoh Masyarakat Tingkatkan Literasi Politik

Jaga Harmoni, Kesbangpol Solo Ajak Tokoh Masyarakat Tingkatkan Literasi Politik
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani berfoto bersama tokoh masyarakat di Balai Kota Solo, Selasa (21/7/2026). (Istimewa)

Pantura.info, SOLO – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Solo mengajak para tokoh masyarakat untuk meningkatkan literasi politik sehingga bisa menjadi penjaga harmoni di tengah berbagai isu yang beredar di masyarakat. 

Hal itu disampaikan dalam acara bertema Sinergi Tokoh Masyarakat dalam Membangun Politik yang Cerdas dan Bermanfaat di Balai Kota Solo, Selasa (21/7/2026). Acara itu dihadiri Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.

Astrid menjelaskan literasi politik bukan sekadar memahami proses demokrasi, tetapi juga kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, dan menjaga persatuan di tengah beragam dinamika yang berkembang di masyarakat. 

Astrid menilai bekal tersebut menjadi kunci agar tokoh masyarakat mampu menjalankan perannya sebagai penjaga harmoni sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Astrid mengatakan tokoh masyarakat memiliki peran dalam menyalurkan informasi dan aspirasi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Peran tersebut, menurutnya, menempatkan tokoh masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi, menjaga harmoni sosial, serta membantu masyarakat menyikapi berbagai persoalan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Astrid menggarisbawahi bahwa tantangan demokrasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan perbedaan pilihan politik, tetapi juga derasnya arus informasi yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi provokatif maupun isu-isu sensitif yang menyangkut agama, keyakinan, budaya, dan kepentingan tertentu.

Tanpa kemampuan memilah informasi secara kritis, kondisi tersebut berpotensi memicu keresahan hingga memecah persatuan masyarakat. 

Benteng Demokrasi

“Oleh karena itu, tokoh masyarakat harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, memverifikasi kebenaran, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah persatuan. Mereka harus menjadi filter sekaligus benteng dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat,” ujar Astrid dalam keterangan tertulis yang diterima Espos.

Menurut dia, Kota Solo memiliki modal sosial yang kuat melalui berbagai forum pemberdayaan masyarakat, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Tim Penggerak PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), hingga forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). 

“Jejaring tersebut perlu terus diperkuat dengan literasi politik agar masyarakat semakin siap menghadapi dinamika demokrasi dan perkembangan informasi yang bergerak begitu cepat,” ujar dia.

Astrid berharap tokoh masyarakat tidak hanya menjadi penyambung aspirasi warga, tetapi juga tampil sebagai agen edukasi politik yang mampu menghadirkan kesejukan, merawat ruang dialog yang sehat, serta memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.

Dengan demikian, demokrasi di Kota Solo dapat terus tumbuh secara dewasa, inklusif, damai, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Solo tersebut diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan unsur kewilayahan dari berbagai wilayah di Kota Bengawan.

Melalui forum ini, peserta memperoleh penguatan mengenai literasi politik, wawasan kebangsaan, kecakapan menyaring informasi di era digital, serta peran strategis masyarakat dalam menjaga kerukunan, kondusivitas daerah, dan ketahanan sosial sebagai fondasi demokrasi yang berkualitas.

Leave a Reply