Pantura.info, KLATEN — Kampung Dolanan Sidowayah di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, memiliki daya tarik baru. Masih mempertahankan beragam permainan tradisional, wisata edukasi itu kini dilengkapi dengan wahana sains berupa pengetahuan tentang air.
Pengembangan itu dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa (Pemdes) Sidowayah dengan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Principum Fakultas Hukum UNS Solo. Kampung Dolanan Sidowayah menjadi salah satu unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sinergi Sidowayah.
Direktur Bumdes Sinergi, Hartaya, menjelaskan Kampung Dolanan Sidowayah saat ini dilengkapi dengan edukasi tentang pemanfaatan air. Mulai dari siklus air hingga pemanfaatan air. Di antaranya ada simulasi kincir air hingga menghasilkan tenaga listrik, filtrasi air, botol bernada, miniatur mesin uap dari kapal otok-otok, hingga tembok air interaktif.
Selain air, di dalam Joglo Tirto di kawasan Kampung Dolanan Sidowayah ada edukasi tentang nilai-nilai Pancasila dalam permainan tradisional. Seperti nilai Pancasila dalam hompimpa hingga permainan dakon.
Soal paket wisata, Hartaya mengatakan ada berbagai kegiatan yang dilakukan mulai dari kunjungan UMKM, permainaan tradisional, outbound, tanam padi, bajak kerbau, susur sungai, edukasi dan lain-lain. “Harga paketnya Rp100.000 sampai Rp110.000 per orang,” kata Hartaya saat dihubungi Espos, Minggu (30/8/2026).
Untuk kunjungan kelompok, minimal terdiri dari 10 orang. Hal itu dimaksudkan untuk mengoptimalkan berbagai permainan yang ditawarkan. Dari pengembangan yang dilakukan, Hartaya berharap nilai edukasi yang ada di Kampung Dolanan Sidowayah kian meningkat.
“Seperti dengan pengenalan tentang siklus air harapannya semakin mengajak untuk bijak mengelola air. Selain itu, nilai-nilai Pancasila semakin tertanam kepada pengunjung,” jelas Hartaya.
Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Mujahid Jaryanto, mengatakan Kampung Dolanan Sidowayah sudah ada sejak 2016 dan dikelola melalui Bumdes. Dari tahun ke tahun, wisata edukasi itu kian berkembang. “Tahun ini kami coba perbarui lagi, direnovasi lagi ada tambahan-tambahan edukasi seperti yang ada saat ini,” kata Mujahid.
Salah satu tempat di kawasan Kampung Dolanan Sidowayah berupa joglo. Bangunan itu merupakan milik mantan demang setempat yang kemudian diizinkan untuk mendukung pengembangan pariwisata.

Leave a Reply