Pantura.info, BOYOLALI — Sebanyak 2,6 juta liter bantuan air bersih disalurkan ke 24.867 jiwa di 11 kecamatan se-Kabupaten Boyolali per Rabu (2/9/2026). Berdasarkan data BPBD Boyolali, bantuan air bersih terbesar disalurkan di Kecamatan Wonosamodro.
Plt Kepala BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan sebaran bantuan air bersih hingga 2 September 2026 sebanyak 2.648.000 liter.
”Disalurkan dengan 556 tangki air. Tersebar di 11 kecamatan, 33 desa, 95 dukuh, menyasar 8.031 keluarga atau sekitar 24.867 jiwa,” kata dia kepada Espos, Kamis (3/9/2026).
Distribusi air bersih dilaksanakan ke Kecamatan Wonosamodro yaitu sebanyak 218 tangki atau 982.000 liter air untuk 8.691 jiwa. Lalu ke Kecamatan Wonosegoro dengan 132 tangki atau 692.000 liter untuk 3.644 jiwa.
Kecamatan Juwangi sebanyak 96 tangki atau 502.000 liter air untuk 5.790 jiwa. Di Kecamatan Tamansari yaitu 46 tangki atau 157.000 liter air untuk 2.983 jiwa. Selanjutnya, Musuk dengan 22 tangki atau 106.000 liter air untuk 1.019 jiwa dan di Kecamatan Selo mendapatkan 10 tangki air atau 56.000 liter air untuk 379 jiwa.
Kemudian, Kecamatan Klego sebanyak 8 tangki atau 39.000 liter air untuk 691 jiwa. Kemusu 9 tangki atau 40.000 liter untuk 95 jiwa. Kecamatan Cepogo dengan 7 tangki atau 35.000 liter untuk 625 jiwa. Selanjutnya, Ampel dengan 4 tangki atau 19.000 liter untuk 134 jiwa. Dan Gladagsari sebanyak 4 tangki atau 20.000 liter untuk 216 jiwa.
“Terbanyak di Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro dengan jumlah 61 tangki atau sebanyak 315.000 liter,” kata dia.
Ari mengatakan sumber pendanaan bantuan air bersih itu berasal dari APBD sebesar 38%, CSR/lainnya 44%, PMI 17%, BUMN/BUMD sebanyak 1%.
Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan solusi jangka pendek untuk kekeringan yaitu distribusi air bersih dengan tangki-tangki. Seluruh stakeholder, sebutnya, bahu-membahu membantu masyarakat yang dilanda kekeringan.
Ia mengatakan di sejumlah kecamatan di lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu serta Boyolali bagian utara membutuhkan air bersih.
Bupati mengatakan sejumlah sumur dalam dan embung juga telah mengalami kekeringan di lereng gunung dan sisi utara.
Agus mengatakan untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Boyolali mengusulkan ke pemerintah provinsi untuk mengatasi kebutuhan air bersih, salah satunya dari Umbul Senjoyo di Kabupaten Semarang.
”Ini belum ada respons dari pemerintah pusat, tapi kami terus berusaha. Untuk yang terdekat di wilayah utara ada di Umbul Senjoyo yang ada di Kabupaten Semarang. Sehingga, kami harus berkoordinasi dengan Kabupaten Semarang,” kata dia.

Leave a Reply