Pantura.info, PURWOKERTO – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara angkatan 2024, Ainnun Qolbu Ismayatul Hawa, berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.
Dia sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan UIN Saizu Purwokerto pada program bergengsi tersebut. Program Google Student Ambassador merupakan inisiatif resmi dari Google yang bertujuan menjembatani dunia teknologi dengan lingkungan kampus.
Pada tahun 2026, program ini berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya teknologi Gemini, untuk mendukung pembelajaran, riset, dan produktivitas mahasiswa. Sebagai Google Student Ambassador, Ainnun memiliki peran strategis sebagai edukator AI, penghubung antara Google dan kampus, serta kreator konten digital.
Ainnun akan mengedukasi mahasiswa terkait pemanfaatan AI dalam dunia akademik sekaligus membangun komunitas digital yang aktif melalui berbagai platform media sosial. Dalam keterangannya, Ainnun mengaku bahwa proses pendaftaran GSA 2026 tidaklah mudah.
Dia memulai perjalanan tersebut pada 17 Maret 2026 dengan mengisi formulir pendaftaran, kemudian mengunggah video wawancara pada 23 Maret 2026. Tahapan ini menjadi tantangan tersendiri karena peserta diminta menjelaskan kontribusi nyata yang dapat diberikan jika terpilih sebagai ambassador.
“Saya sempat merasa tidak percaya diri dan overthinking, terutama saat membuat video perkenalan. Saya harus mengulang berkali-kali karena merasa belum maksimal,” ungkapnya.
Setelah melalui proses seleksi dan mengerjakan tugas tambahan pada 24 Maret 2026, Ainnun memasuki masa penantian yang penuh ketegangan. Ia mengaku sering memeriksa email, termasuk folder spam, karena khawatir melewatkan pengumuman hasil seleksi.
Momen pengumuman pada 1 April 2026 menjadi titik yang tidak terlupakan baginya. Saat menerima email resmi dari Google Student Ambassador, ia sempat tidak percaya hingga akhirnya membaca kalimat yang menyatakan dirinya lolos. “Rasanya seperti tidak percaya. Saya hanya bisa diam karena lega dan bahagia. Semua rasa ragu selama proses seleksi langsung hilang,” ujarnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya mencari peserta dengan kemampuan akademik tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kemauan belajar serta visi untuk berkembang dan berbagi dengan orang lain.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar yang terus memberikan motivasi selama proses seleksi. Ainnun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tersebut yang menjadi sumber semangatnya untuk terus berkembang.
Sebagai peserta GSA 2026, Ainnun akan mendapatkan berbagai manfaat, di antaranya akses ke kelas akselerasi karier dan produktivitas berbasis AI Gemini, pelatihan melalui Dicoding AI Course, serta sertifikat penyelesaian. Selain itu, ia juga memperoleh welcome kit resmi dari program GSA.
Program ini juga memiliki jenjang pengembangan yang terdiri dari tiga level, yakni Gemini Rising Star, Gemini Achiever, dan Gemini Trailblazer, yang memberikan peluang bagi peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan kontribusinya.
Ke depan, Ainnun berharap dapat memanfaatkan perannya sebagai Google Student Ambassador untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa UIN Saizu, khususnya dalam pemanfaatan teknologi AI secara produktif dan bertanggung jawab.
“Semoga ini bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi awal untuk berkembang dan berbagi hal baik kepada lebih banyak orang,” pungkasnya. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Saizu lainnya untuk berani mencoba peluang global dan terus mengembangkan diri di era digital yang semakin kompetitif.(NA)

Leave a Reply