Mendikdasmen Angkat Bicara soal Fenomena Sekolah Negeri Sepi Peminat

Mendikdasmen Angkat Bicara soal Fenomena Sekolah Negeri Sepi Peminat
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat menghadiri acara di salah satu sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/7). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Pantura.info, JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti angkat bicara mengenai fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid pada Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah bersama pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut.

Abdul Mu’ti mengatakan Kemendikdasmen telah memetakan sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terutama sekolah yang memiliki kurang dari 100 murid, termasuk yang jumlah siswanya di bawah 60 orang.

Data tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai dasar koordinasi penyusunan kebijakan bersama pemerintah daerah yang memiliki kewenangan mengelola satuan pendidikan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan mutu pendidikan agar seluruh sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat. Salah satu upaya tersebut yaitu menguatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (19/7/2026).

Dipengaruhi Demografi hingga Pilihan Orang Tua

Kemendikdasmen menilai berkurangnya jumlah murid di sejumlah sekolah dipengaruhi berbagai faktor, antara lain perubahan jumlah penduduk usia sekolah, perpindahan penduduk, perkembangan kawasan permukiman, kondisi geografis, hingga preferensi masyarakat dalam memilih sekolah.

Bersama pemerintah daerah, Kemendikdasmen akan memetakan kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan perkembangan demografi dan persebaran penduduk. Pemerintah juga akan mengevaluasi daya tampung sekolah agar sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat perencanaan pendidikan berbasis data serta memastikan sekolah yang memiliki jumlah murid terbatas tetap memperoleh pendampingan dan layanan pendidikan yang optimal.

Kemendikdasmen juga menyoroti perubahan preferensi masyarakat dalam memilih sekolah. Berdasarkan hasil studi Litbang Kompas pada 2025, sebagian orang tua cenderung memilih menyekolahkan anak di sekolah dasar yang memiliki afiliasi keagamaan.

Mu’ti mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Kami mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat, untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan. Melalui kolaborasi ini, semoga setiap sekolah dapat berkembang sesuai dengan potensi wilayahnya, sekaligus memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara dan bermutu,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Mendikdasmen Angkat Bicara soal Fenomena Sekolah Negeri Sepi Peminat

Leave a Reply