Pelatih Jepara Puji Perkembangan Tim Hoki Indoor Putra Surakarta

Pelatih Jepara Puji Perkembangan Tim Hoki Indoor Putra Surakarta
Pertandingan tim hoki putra Solo melawan Jepara pada Porprov Jateng 2026 di GOR Manunggal Jati, Semarang, Selasa (20/10/2026). (KONI Solo)

Pantura.info, SEMARANG — Tim hoki indoor putra Kota Surakarta harus mengakui keunggulan Jepara dalam pertandingan Porprov Jateng 2026 di GOR Manunggal Jati, Semarang, Selasa (20/10/2026). Surakarta kalah 0-9, tetapi pelatih Jepara, Didik Yulistianto, tetap memberikan apresiasi terhadap perkembangan permainan tim asal Kota Bengawan tersebut.

Berdasarkan catatan pertandingan, Jepara mendominasi jalannya laga sejak peluit pertama dibunyikan. Pada kuarter pertama, Surakarta tertinggal 0-3. Meski demikian, Surakarta mampu mempertahankan kedudukan tersebut tanpa kebobolan tambahan hingga turun minum atau half time.

Tekanan Jepara kembali meningkat pada paruh kedua. Mereka mencetak tambahan lima gol pada kuarter ketiga sehingga skor berubah menjadi 0-8. Jepara kemudian menambah satu gol pada kuarter keempat untuk memastikan kemenangan 9-0 hingga full time.

Pelatih hoki indoor putra Surakarta, Muhammad Syaifudin, mengakui Jepara merupakan lawan kuat yang berpeluang meraih medali emas. Menurut dia, keunggulan Jepara bukan hanya terlihat dari permainan di lapangan, tetapi juga didukung kesiapan tim dan kelengkapan fasilitas.

“Kita melawan Jepara, itu tim dengan peluang besar untuk medali emas,” ujar Syaifudin dalam keterangan tertulis.

Syaifudin juga menyebut perbedaan infrastruktur sebagai salah satu faktor yang membuat Jepara memiliki persiapan lebih matang. Jepara didukung fasilitas gedung olahraga (GOR) sendiri sehingga timnya dapat berlatih dan mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Di balik kekalahan tersebut, Didik Yulistianto melihat perubahan dalam permainan Surakarta dibandingkan saat babak kualifikasi. Ia mengapresiasi kerja keras para pemain dari kedua tim yang tampil dalam pertandingan tersebut.

“Saya mengapresiasi penuh anak-anak yang bermain di lapangan, baik dari Jepara maupun Surakarta,”

Menurut Didik, perkembangan Surakarta terlihat dari perubahan materi pemain dan upaya pembenahan yang telah dilakukan sejak babak kualifikasi. Hal itu membuat penampilan Surakarta kali ini berbeda dibandingkan pertemuan sebelumnya.

“Materi pemain Surakarta yang kami tahu di babak kualifikasi lalu dengan hari ini sangat jauh berbeda. Surakarta berbenah dan belajar banyak hal,”

Didik menilai hasil akhir bukan satu-satunya hal yang patut diperhatikan dari pertandingan tersebut. Ia juga melihat perkembangan permainan sebagai bagian penting dari proses tim untuk terus memperbaiki kemampuan dan menghadapi persaingan.

“Yang kita lawan hari ini pun bukan tentang hasil, bukan tentang skor, tapi tentang bagaimana permainan yang semakin berkembang.”

Leave a Reply