Pemicu Tabrakan Beruntun di Semarang Menyerahkan Diri, Polisi: Negatif Miras

Pemicu Tabrakan Beruntun di Semarang Menyerahkan Diri, Polisi: Negatif Miras
Potret kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan di Jalan Tentara Pelajar Kota Semarang, Minggu (28/6/2026). (Istimewa)

Pantura.info, SEMARANG — Polisi mengungkap alasan pengemudi mobil Hyundai berinisial O, 35, melarikan diri seusai diduga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, tepatnya di depan Richeese Factory, Kota Semarang, Minggu (28/6/2026) malam.

Pelaku mengaku nekat meninggalkan lokasi kejadian karena syok dan takut menjadi sasaran amukan massa. Keesokan harinya, ia menyerahkan diri ke kantor polisi didampingi oleh keluarga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono, mengatakan pengemudi Hyundai yang diduga menjadi pemicu tabrakan beruntun tersebut menyerahkan diri pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Pada saat kejadian dia (kabur) karena takut diamuk massa. Narasi yang beredar kalau dia mabuk itu tidak benar, karena sudah kami lakukan tes urine di Rumah Sakit Samsoe Hidajat dan hasilnya negatif semua,” kata AKP Untung saat dihubungi Espos, Selasa (30/6/2026).

Menurut Untung, seusai kecelakaan itu pelaku melarikan diri ke rumahnya di wilayah Ungaran dengan menumpang kendaraan warga hingga kawasan Tanah Putih. Setelah sampai di rumah, dia kemudian menghubungi keluarga meminta untuk dijemput.

Dipicu Gangguan Rem Kendaraan

“Awalnya nggak mau cerita, tapi setelah sampai di rumah baru mengaku kepada keluarganya kalau habis mengalami kecelakaan. Besok paginya langsung diantar keluarganya ke kantor polisi,” paparnya.

Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan serta memeriksa pengemudi maupun para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Status hukum pengemudi mobil Hyundai tersebut juga masih dalam proses penyidikan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan maut ini diduga kuat dipicu oleh kerusakan pada sistem pengereman kendaraan pelaku. Berdasarkan pengakuan pengemudi, rem kendaraan tiba-tiba tidak berfungsi sehingga mobil lepas kendali.

“Ada gangguan pada rem sehingga tidak berfungsi. Mobil melaju di lajur kiri dan tidak bisa dikendalikan karena rem nyeplos. Pengemudi kemudian berusaha membanting setir ke kanan karena melihat ada celah kosong, tetapi dari arah berlawanan datang mobil Suzuki Splash sehingga terjadi tabrakan,” jelas Untung.

Sebagai informasi, kecelakaan beruntun yang terjadi sekitar pukul 18.15 WIB itu melibatkan satu mobil Hyundai, satu Suzuki Splash, serta tiga sepeda motor. Sebanyak tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Leave a Reply