Perkelahian Siswa SD di Gondang Sragen Terekam CCTV, Mediasi Berakhir Damai

Perkelahian Siswa SD di Gondang Sragen Terekam CCTV, Mediasi Berakhir Damai
Ilustrasi.

Pantura.info, SRAGEN — Kasus dugaan perkelahian melibatkan dua siswa Kelas IV terjadi di sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri di wilayah Kecamatan Gondang, Sragen. Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak sekolah bergerak cepat menggelar mediasi bersama para siswa dan orang tua murid pada Selasa (20/10/2026).

Proses mediasi yang difasilitasi sekolah turut dihadiri legislator DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Jalannya musyawarah melibatkan empat siswa beserta orang tua masing-masing hingga menghasilkan kesepakatan mufakat damai. Aksi perkelahian antarsiswa itu sendiri sempat terekam kamera pengawas (closed-circuit television/CCTV).

Plt. Kepala SD Negeri setempat, Sudarto, mengonfirmasi adanya insiden perkelahian tersebut. Ia meluruskan kabar yang beredar dan menegaskan bahwa peristiwa itu bukanlah tindakan pengeroyokan, melainkan percekcokan dua anak yang coba dipisahkan oleh teman-temannya.

“Memang karena anak kecil. Tadinya cuma bermain, terus ejek-ejekan, kemudian terjadi perkelahian. Jadi hanya kedua belah pihak antara anak yang satu dengan anak satunya. Jadi tidak ada yang namanya pengeroyokan,” ujar Sudarto saat dihubungi wartawan, Selasa.

Sudarto memastikan tidak ada luka serius akibat kejadian tersebut. Adapun kondisi bibir terluka pada salah satu siswa murni disebabkan sariawan yang dialami sebelumnya.

“Hasil mediasi, semua pihak sudah saling menerima, karena ya memang namanya anak itu ya seperti itu, kadang-kadang bercanda kelewatan,” jelasnya.

Terekam Kamera Pengawas dan Langkah Pencegahan

Sudarto membeberkan bahwa rekaman CCTV di area sekolah terhubung langsung ke layar monitor di ruang guru, sehingga jajaran pendidik dapat mengawasi aktivitas murid secara berkala. Dari hasil rekaman, terlihat jelas dua anak sedang bergelut, sementara dua siswa lainnya berusaha melerai.

“Kejadiannya pada Senin (19/10/2026) pada jam istirahat kedua, sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasi kejadiannya di teras kelas, bukan di dalam kelas,” terang Sudarto.

Guna mencegah kejadian serupa berulang, pihak sekolah berkomitmen memperketat pengawasan, menambah unit kamera CCTV di sudut-sudat rawan, serta mengoptimalkan peran guru piket.

“Tadi juga sudah diberi arahan dan pembekalan oleh Pak Bambang Pur. Materinya terkait pencegahan bullying agar tidak terulang,” tambahnya.

Sementara itu, legislator DPRD Sragen sekaligus tokoh masyarakat Gondang, Bambang Widjo Purwanto, menyampaikan bahwa perkelahian tersebut terpicu dari hal sepele saat berinteraksi.

“Jadi, awalnya si N dorong si A. Nah, kemudian A merasa tidak terima. Kemudian A menendang. Nah, N ditendang enggak terima, lalu mukullah si A, sehingga terjadi perkelahian,” terang Bambang.

Ia mengapresiasi iktikad baik dari seluruh pihak yang terlibat hingga proses mediasi berjalan lancar dan berujung damai melalui penandatanganan berita acara kesepakatan.

Leave a Reply