Prabowo Dorong Pembangunan Akademi Olahraga untuk Bina Atlet Sejak Dini

Prabowo Dorong Pembangunan Akademi Olahraga untuk Bina Atlet Sejak Dini
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan keterangan media di Hambalang, Bogor, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantura.info, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan olahraga nasional melalui pembentukan akademi olahraga yang akan membina atlet sejak usia dini.

Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Menurut Erick, pembangunan akademi olahraga ini akan mengintegrasikan mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) sebagai fondasi pembinaan atlet masa depan.

“Bapak Presiden juga mendorong, apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita mulai dari SD, SMP, SMA,” ujar Erick.

Dia menjelaskan, pembinaan atlet sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem olahraga yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan prestasi di tingkat internasional.

Rencana pembangunan akademi olahraga ini diyakini akan menjadi bagian fundamental dalam ekosistem pembinaan olahraga nasional.

Selain membahas akademi olahraga, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya jaminan kesejahteraan bagi atlet setelah menyelesaikan kariernya.

Salah satu isu yang dibahas adalah skema dana pensiun atlet yang saat ini masih terus disiapkan pemerintah.

“Presiden kembali menanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu. Itu yang saya bisa sampaikan untuk persiapan Kemenpora,” katanya yang dikutip dari Antara.

Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo juga meminta agar para olahragawan disabilitas di Indonesia benar-benar mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara.

“Masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga, itu hampir 11 persen. Artinya dengan itu, Bapak Presiden ingin mendorong para olahragawan disabilitas ini benar-benar diperhatikan,” kata Erick.

Ia menyampaikan Presiden menaruh perhatian terhadap masyarakat disabilitas di Indonesia yang memiliki minat berolahraga. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program yang mendukung pengembangan olahraga disabilitas.

Leave a Reply