Pantura.info, MOSKOW—Moskow menjadi salah satu sasaran serangan drone terbesar yang dilancarkan Ukraina sejak perang berlangsung. Dalam serangan tersebut, sebuah kilang minyak di ibu kota Rusia dilaporkan terkena serangan, sementara sekitar 200 drone yang mengarah ke Moskow berhasil dicegat.
Wali Kota Moskow, Sergey Sobyanin, mengatakan pasukan pertahanan udara Rusia terus berupaya menangkis serangan berskala besar yang terjadi pada Kamis (18/6/202).
“Pasukan pertahanan udara terus menangkis serangan berskala besar, tetapi beberapa drone dapat mencapai MNPZ [kilang minyak besar di Moskow],” kata Sobyanin melalui Telegram, dilansir dari Antara.
Serangan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada 17 Mei, otoritas Rusia melaporkan berhasil mencegat 81 drone yang mengarah ke Moskow. Sementara itu, 61 drone dilaporkan ditembak jatuh pada 7 Mei dan 38 drone pada 16 Mei.
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya telah menghancurkan 555 drone Ukraina di berbagai wilayah Rusia dalam semalam.
Zelenskyy Konfirmasi Serangan ke Kilang Minyak
Dampak serangan juga dirasakan di Bandara Sheremetyevo, Moskow. Pengelola bandara dilaporkan sempat mengevakuasi penumpang ke lokasi aman, yang disebut sebagai pertama kalinya langkah tersebut dilakukan sejak perang Rusia-Ukraina berlangsung.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi serangan terhadap kilang minyak di Moskow tersebut.
“Malam tadi, serangan jarak jauh kami mencapai wilayah Moskow lagi. Untuk kedua kalinya dalam sepekan, kilang minyak Moskow terkena serangan,” kata Zelenskyy melalui Telegram.
Menurut dia, sejumlah sasaran lain di wilayah Rostov serta wilayah Ukraina yang saat ini diduduki Rusia juga menjadi target serangan.
Staf Umum Militer Ukraina turut mengonfirmasi serangan terhadap kilang minyak di Moskow. Selain itu, mereka mengklaim telah menyerang jembatan jalur kereta api di atas Kanal Krimea Utara dan depot minyak Gukovo di wilayah Rostov.
“Selain itu, pasukan kami menyerang sebuah jembatan di Sungai Kalka di dekat Desa Hranitne di wilayah Donetsk dan sebuah jembatan kereta api di Kanal Krimea Utara di wilayah Razdolnensky di Krimea,” demikian pernyataan Staf Umum Militer Ukraina.
Sumber: Anadolu

Leave a Reply