Pantura.info, SUKOHARJO – Harga plastik di pasaran naik imbas dari konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan bahan baku. Saat ini, pemerintah mencari alternatif pasokan bahan baku plastik dari sejumlah negara lain.
Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan, Budi Santoso, di sela-sela kunjungannya ke lokasi budi daya maggot di dapur SPPG yang dikelola PD Aisyiyah Sukoharjo, Kamis (2/4/2026). Menurut Budi, salah satu bahan baku plastik yakni nafta. Separuh lebih nafta di Tanah Air diimpor dari Timur Tengah.
“Jadi, kenaikan harga plastik belakangan ini dampak dari eskalasi perang di Timur Tengah. Bahan baku plastik seperti nafta diimpor dari Timur Tengah. Sehingga, berimplikasi pada harga plastik di Tanah Air,” kata dia.
Ketergantungan terhadap impor nafta dari Timur Tengah mengakibatkan gangguan proses produksi maupun distribusi plastik di Indonesia. Kondisi ini berimbas pada kenaikan harga plastik selama beberapa pekan terakhir di Tanah Air.
Saat ini, pemerintah mulai mencari alternatif pasokan nafta dari negara lain seperti Afrika, India, dan Amerika. “Kita mencari alternatif pasokan nafta dari Afrika, India, dan Amerika. Kita sudah dapat. Tapi butuh proses karena tiba-tiba pindah dari Timur Tengah ke Afrika, India, dan Amerika,” papar dia.
Selain itu, gangguan pasokan bahan baku plastik tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami sejumlah negara lain seperti Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand. Beberapa produsen bahan baku plastik di negara tersebut bahkan mengalami kondisi force majeure yang turut memengaruhi pasokan global.
Budi berharap perang di Timur Tengah segera berakhir sehingga kondisi ekonomi global kembali normal. “Mudah-mudahan perang segera selesai dan semua kembali normal,” harap dia.

Leave a Reply