Pantura.info, SUKOHARJO – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengunjungi lokasi budi daya maggot yang mengurai sampah berupa limbah produksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di wilayah Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Kamis (2/4/2026).
Dapur SPPG tersebut dikelola Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo. Bagi Mendag Budi Santoso, kunjungan ke Sukoharjo seperti pulang kampung. Semasa kecil Budi Santoso tinggal di wilayah Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo. Sebelum berkunjung ke dapur SPPG, Budi Santoso menyempatkan diri mampir ke sekolah di wilayah Kelurahan Sonorejo, Sukoharjo.
Rombongan Mendag Budi Santoso tiba di area dapur SPPG di Jetis sekitar pukul 12.30 WIB. Budi langsung mengunjungi lokasi budi daya maggot yang letaknya di belakang area dapur SPPG.
“Saya mengapresiasi program makan bergizi gratis atau MBG yang dikelola anggota Aisyiyah Sukoharjo, terutama pengelolaan limbah produksi maupun sisa-sisa makanan yang tidak habis. Sampah dikelola dengan memanfaatkan maggot yang mampu mengurai sampah organik secara cepat,” kata dia.
Menurut Budi, budi daya maggot untuk mengatasi limbah produksi dan sisa-sisa makanan menjadi solusi jangka panjang yang bisa diterapkan dapur SPPG lainnya. Selama ini, salah satu problem program MBG adalah limbah produksi saat memasak makanan maupun sampah berupa sisa-sisa makanan yang tidak habis.
Maggot dewasa menjadi pakan ikan lele yang dibudidayakan di sekitar area dapur SPPG. “Ini bagian dari mewujudkan ekosistem program MBG yang berkelanjutan dengan zero sampah. Sampah organik dikelola dengan memanfaatkan maggot secara cepat dan efisien,” urai dia.
Dalam kesempatan itu, Mendag Budi Santoso memberikan bantuan berupa mesin pengolah sampah organik dan budi daya maggot. Dia berharap bantuan itu bisa dimanfaatkan untuk memperluas pengelolaan limbah produksi dapur SPPG di Kabupaten Jamu.
Sementara itu, Ketua PDA Sukoharjo, Indiah Dewi Murni, mengatakan sebagian maggot dewasa digunakan untuk pakan ikan lele. Sebagian lainnya dijual dalam bentuk maggot basah maupun kering.
Sementara kotoran maggot digunakan untuk pupuk organik sayuran yang ditanam di belakang kandang maggot. “Ke depan, kami ingin mengedukasi masyarakat dalam penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Program ini mampu memproduksi 1.000 ekor ikan lele. Termasuk pemanfaatan pekarangan rumah untuk produksi pangan secara mandiri berkonsep homestead,” urai dia.

Leave a Reply