Malikasura Serahkan Keris Kyai Kertasura sebagai Simbol Budaya Kartasura

Malikasura Serahkan Keris Kyai Kertasura sebagai Simbol Budaya Kartasura
Penyerahan keris saat umbul donga di bangsal petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam.

Pantura.info, SUKOHARJO — Masyarakat Peduli Petilasan Keraton Kartasura (Malikasura) menggelar umbul donga di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura, Sabtu (5/9/2026) malam. Dalam kesempatan itu, Malikasura juga menyerahkan Keris Kyai Kertasura sebagai simbol budaya dan spiritual masyarakat Kartasura.

Acara umbul donga diikuti ratusan pemerhati budaya dan elemen masyarakat di Kartasura. Umbul donga diawali dengan zikir dan doa agar masyarakat Kartasura diberi rezeki yang berlimpah serta kesehatan. Kemudian, ada penampilan tari sufi yang memukau masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan keris oleh Empu Taufik Brojo Lawu kepada juru kunci Petilasan Keraton Kartasura, Mas Ngabehi Surya Hastono Hadi Projonagoro. Keris tersebut dibuat oleh Malikasura di lokasi yang sama pada akhir Juni 2026.

Dana pembuatan keris berasal dari patungan masyarakat sebagai wujud pengharapan dan doa agar selalu diberi kemakmuran dan kesehatan.

“Keberadaan keris ini menjadi simbol perwujudan doa dan pengharapan agar Kartasura selalu gemah ripah loh jinawi. Masyarakatnya selalu diberi kemakmuran dan sentosa,” kata penggagas kegiatan dari Malikasura, Ahmad Budi AJM, sesuai keterangan tertulis yang diterima Espos, Minggu (6/9/2026).

Menurut Budi, proses penempaan keris dilakukan selama berhari-hari. Bahan pembuatan keris berasal dari perpaduan unsur bumi dan langit. Unsur bumi berupa campuran besi, emas, perak, dan perunggu.

Sementara itu, unsur langit berasal dari pecahan meteor dan air hujan.

“Keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan karya seni tinggi yang sarat nilai spiritual, sejarah, serta pengharapan dan doa masyarakat. Perpaduan unsur langit dan bumi disatukan lewat doa masyarakat,” papar dia.

Sementara itu, seorang warga Kartasura, Wiryatmoko, mengaku bangga terhadap Keris Kyai Kertasura yang menjadi ikon baru Kartasura. Hal ini membuktikan masyarakat memiliki semangat tinggi untuk menjaga dan melestarikan budaya serta warisan leluhur.

“Komitmen masyarakat untuk nguri-uri budaya diwujudkan dengan keris yang menjadi ikon baru Kartasura. Hal ini harus dikenalkan kepada generasi muda sebagai calon penjaga budaya di Kartasura,” urai dia.

Leave a Reply